Masyrifberbagi-Sobat,
pernahkah kita ditegur oleh teman, guru, ayah atau ibu kita disaat kita makan
atau minum sambil berdiri? Jika pernah maka kita pun akan bertanya-tanya.
Mengapa dilarang? Apa sebabnya? Mungkin mereka menegur karena alasan etika dan
kesopanan.
ILMU kedokteran modern mengungkapkan bahwa
minum dalam keadaan berdiri menyebabkan air yang mengalir berjatuhan dengan
keras pada dasar lambung dan menumbuknya, menjadikan lambung kendor dan
menjadikan pencernaan sulit. Sebagaimana terus-menerus makan dan minum sambil
berdiri dapat menimbulkan luka pada dinding lambung. Penemuan ini menjelaskan
kepada manusia bahaya yang telah diperingatkan oleh Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam dalam hadits berikut ini.
عن أنس – رضي الله عنه – ، عن النبيِّ – صلى الله
عليه وسلم – : أنه نَهى أن يَشْرَبَ الرَّجُلُ قَائِماً . قَالَ قتادة : فَقُلْنَا
لأَنَسٍ : فالأَكْلُ ؟ قَالَ :
ذَلِكَ أَشَرُّ – أَوْ أخْبَثُ – رواه مسلم
Dari Anas radhiyallahu anhu dari Nabi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wasallam : “Sesungguhnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi
wasallam melarang seseorang untuk minum berdiri”. Qatadah (seorang tabi’in)
berkata : “Kami bertanya kepada Anas, ‘Bagaimana dengan makan sambil berdiri?’
Anas menjawab, ‘Yang demikian itu lebih jelek dan lebih buruk.’ (HR. Muslim).
Hadis-hadis dalam shohih Muslim
– Dari Anas R.A. Sesungguhnya Nabi Saw melarang
minum sambil berdiri
– Dari Anas R.A. sesungguhnya Nabi Saw
melarangseseorang minum sambil berdiri. Kemudian Qatadah bertanya: “Bagaimana
dengan makan?“ Maka Nabi menjawab: Iitu lebih buruk lagi”.
– Dari Abi Sa’id al-Khudriy R.A. Sesungguhnya
Nabi Saw melarang minum sambil berdiri.
– Dari Abi Sa’id al-Khudriy: sesungguhnya Nabi
Saw melarang minum sambil berdiri.
– Dari Abi Hurairah R.A, Ia berkata:
“Rasulullah Saw bersabda: Janganlah salah seorang diantaramu minum sambil
berdiri, (tapi), siapa yang lupa silahkan minum (sambil berdiri).”
Hadis Muslim tentu tidak usah kita ragukan kesahihannya.
Kenapa? Karena jumhur (mayoritas) ulama menyatakan bahwa hadis-hadis yang
dimuat di kitab shahih Muslim (dan juga shohih Bukhori) berkualitas shohih.
(Ibnu Hajar al-Atsqalani, Nazhah an-Nazr fi Nukhbah al-fikr fi mustholah ahli
hadits al-asar, Muhammad bin Abdurrahman as-sakhawiy, Fath al-mughits bi syarh
alfiyah al-hadits lil Iraqiy, Abu ‘Amr Utsman bin Abdurrahman Ibnu Sholah,
Ulumul hadits (Muqaddimah Ibnu Sholah), Jalaluddin al-Suyuthi, Tadrib ar-Rawi
fi Syarh Taqrib an-Nawawi)
Sebenarnya masih banyak riwayat lainnya pada
kitab hadis yang lain yang melarang minum sambil berdiri (Sunan Abu Daud 1
hadis, Jami’/Sunan at-Tirmidzy 2 hadis, Sunan ad-Darimiy 2 hadis, Muwatha Malik
4 hadis, Musnad Ahmad bin Hambal 14 hadis, Sunan al-Kubro karya al-Baihaqiy 5
hadis, Musnad Abu Daud ath-Thoyalisi 2 hadis ), namun dengan hanya mengutip
hadis-hadis Muslim di atas, sudah cukup mewakili.
Demikian banyaknya hadis yang melarang minum
sambil berdiri, namun di sisi lain banyak pula hadis yang membolehkan minum
sambil berdiri.
Sekecil dan seremeh apapun sesuatu menurut
anggapan kita tidak akan terlepas dari sorotan Islam sehingga agama Islam
memberikan petunjuk dan jalan kebaikan di dalamnya. Seperti halnya minum, Islam
mengajarkan bagaimana tata cara minum. Para ulama menegaskan bahwa minum sambil
duduk lebih utama dari pada minum sambil berdiri. Ini berdasarkan hadits Nabi
SAW : “Janganlah di antara kalian minum sambil berdiri, bila terjadi maka
muntahkanlah airnya,” (HR muslim).
Anas ra. berkata, “Nabi Saw telah melarang
orang minum sambil berdiri. Qatadah bertanya kepada Anas, “Kalau makan
bagaimana?” Anas menjawab), “Kalau makan berdiri lebih busuk dan jahat,” (HR
Muslim).
Abu Hurairah ra. berkata, “Rasulullah Saw
bersabda, ‘Janganlah salah seorang dari kalian minum sambil berdiri, maka siapa
yang kelupaan hendaknya menumpahkan apa yang telah diminumnya itu.” (HR Muslim)
Di samping itu, menurut Ibnul Qoyyim ada
beberapa afat (akibat buruk) bila minum sambil berdiri. Apabila minum sambil
berdiri, seperti pendapat Ibnul Qoyyim, maka di samping tidak dapat memberikan
kesegaran pada tubuh secara optimal juga air yang masuk kedalam tubuh akan
cepat turun ke organ tubuh bagian bawah. Hal ini dikarenakan air yang
dikonsumsi tidak tertampung di dalam maiddah (lambung) yang nantinya akan
dipompa oleh jantung untuk disalurkan keseluruh organ-organ tubuh. Dengan
demikian air tidak akan menyebar ke organ-organ tubuh yang lain. Padahal
menurut ilmu kedokteran tujuh puluh persen dari tubuh manusia terdiri dari zat
cair.
Tulang-tulangpun mengandung air sebanyak tiga
puluh sampai empat puluh persen. Sebagian besar darah terdiri dari air dimana
terdapat larutan bahan-bahan selain sel-sel darah. Akibatnya bilamana pembuangan
air dari dalam tubuh lebih besar daripada pemasukannya, terjadilah dehidrasi
yaitu kekurangan zat cair dalam tubuh. Begitu juga kadar air dalam jaringan
tubuh diatur dengan tepat. Jika terdapat selisih sepuluh persen saja maka
gejala-gejala serius akan timbul. Kalau selisih ini mencapai dua puluh persen
maka
orangnya akan mati.
orangnya akan mati.
Oleh sebab itu, dianjurkan memuntahkan air
apabila terlanjur minum sambil berdiri seperti yang disebut dalam hadits di
atas. Para ahli hikmah juga memberi jalan keluar bila terpaksa minum sambil
berdiri yaitu menggerak-gerakan dua ibu jari kaki insya Allah akan dapat
menolak efek-efek negatif seperti yang disebut di atas.
Sedangkan menurut ilmu kedokteran modren akibat
dari makan dan minum berdiri adalah:
1. Menurut dr. Andri Setiawan, makan dan minum
sambil berdiri selain dilarang lantaran alasan kesopanan, juga berdampak buruk
pada kesehatan. Makan dan minum sambil duduk lebih menyehatkan daripada sambil
berdiri. Pasalnya, dalam tubuh manusia terdapat jaringan penyaring atau filter
yang disebut sfringer, yakni struktur maskuler (berotot) yang berfungsi membuka
dan menutup.
“Air
yang kita minum akan disalurkan pada pos-pos penyaringan di ginjal. Filter
penyaring ini terbuka disaat kita duduk dan tertutup disaat berdiri,” ujar
dokter yang praktik di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) itu dalam artikel Yahoo
Indonesia yang ditulis oleh Rachmat Muslim.
Secara internal, tubuh kita memiliki jaringan
penyaring yang dapat membuka dan menutup, maka kebiasaan makan dan minum sambil
berdiri sangatlah riskan dan bisa berakibat fatal untuk kesehatan ginjal. Dan
ternyata, jika kebiasaan buruk ini sering terjadi dapat mengakibatkan pelakunya
pingsan atau mati mendadak.
2. menurut dr. Andri Setiawan, dr. Ana Budi
Rahayu, SpS, juga menjelaskan bahwa makan sambil berdiri akan menyebabkan
terjadinya reflux asam lambung, asam lambung akan naik ke esofagus dan membuat
sel-sel kerongkongan teriritasi. “Karena itu cara mencegah reflux asam lambung
ini dengan makan sambil duduk,” ujar dokter Spesialis Saraf RS PKU Muhammadiyah
Bantul itu seperti yang dirilis oleh Republika.
sobat, akhirnya kita mengerti bukan, betapa
bahayanya makan dan minum sambil berdiri. Hal ini sebenarnya sudah jauh-jauh
diajarkan oleh nabi kita Nabi Muhammad Saw pada saat zamannya. Dan dengan
adanya bukti-bukti atau alasan secara medis, ternyata kebenaran tidaklah dapat
terbantahkan. Agama kita selalu mengajarkan bagaimana etika hidup yang baik dan
benar. Selamat mengeksekusi catatan ini dan semoga bermanfaat.
sumber :
islampos.com
kompasiana.com

0 comments:
Post a Comment