![]() |
| Sumber ilustrasi google image |
masyrifberbagi,, UMAT Muslim saat ini, terutama yang belum
menikah sering sekali galau dan galaunya itu dijadikan status di facebook atau
twitter. Urusannya gak jauh-jauh dari cinta terhadap lawan jenis yang belum
halal. Beda sekali dengan sahabat Nabi.
“Ya itu kan sahabat, jauhlah sama kita”
biasanya ada yang komentar begitu kalau saya menulis tentang sahabat. Helooooo!
Kalau tidak mau menyamai mereka Radiyallahu Anhu, mengapa menginginkan surga
yang sama?
Sahabat Ka’ab Bin Malik galau selama 50 hari,
khawatir soal dosa. Khawatir soal dirinya diampuni Allah atau tidak. Bukan
soal-soal remeh temeh.
Umar bin Khattab ketika menjadi khalifah, galau
karena ada rakyatnya yang memasak batu saking miskinnya, lalu menaruh beban
karung gandum di pundaknya sendiri.
Tsa’labah bin Abdurrahman RA pernah secara
tidak sengaja melihat wanita Anshar yang mandi. Ia merasa sangat berdosa, malu
kepada Nabi dan mengasingkan diri ke gunung selama 40 hari. Ia terus menerus
minta ampun kepada Allah. Sedangkan kita? Setiap hari, wanita di sekeliling
kita mengumbar aurat ada di mana-mana. Di kantor, di Mall, di televisi, di
mana-mana. Apakah kita meminta ampun kepada Allah?
Nabi Muhammad merasa kehilangan dia. Sampai
Allah menunjukkan gunung tempat bersembunyinya. Nabi meminta Umar RA dan Salman
RA untuk menjemputnya.
Tsa’labah masih malu, dia mau ke Madinah kalau
Nabi sedang sholat sehingga dianggap tidak menyadari kedatangannya. Iapun
sampai sakit keras karena galau takut akan dosanya melihat wanita mandi,
walupun tak sengaja.
Sebelum sakit Nabi SAW memberikan amalan
buatnya supaya dosanya diampuni berupa bacaan Al Qur’an “ …Ya Tuhan kami,
berilah kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami
dari siksa api neraka”. (al-Baqarah : 201). Sebuah do’a yang mudah dan sering
kita ulang-ulang yaitu Robbana Atina Fid DUnya Hasanah wa fil akhiroti hasanah.
Waqina adzaabannaar.”
Tsa’labah sakit keras selama 8 hari, karena
khawatir akan dosanya. Bagaimana dengan kita? tiap hari berbuat dosa apakah
kita merasa bersalah. Kebanyakan tidak. Nabi Muhammad SAW saja yang dijamin
masuk uorga istighfar 70 kali sehari dalam riwayat lain dikatakan 100 kali
sehari. Kita berapa kali?
Begitulah seharusnya. Mestinya kita galau
bukannya urusan duit, urusan lawan jenis, urusan dunia lah. Mestinya kita galau
urusan dosa, urusan ibadah, urusan akherat, begitulah muslim yang baik.
Rasulullahpun menjenguknya. Rasulullah memangku
Tsa’labah di pangkuannya.
Tapi ia menggeser kepalanya, “Kepalaku penuh
dosa wahai Rasulullah. Aku tidak pantas!”
“Apa yang kamu senangi?”
“Ampunan Allah.”
Jabir bin Abdullah RA meriwayatkan sebuah
hadits tentang sahabat ini “Ketika itu turunlah Jibril Alaihisallam,
mengatakan, “Wahai Muhammad, sesungguhnya Tuhanmu mengirimkan salam padamu, dan
berfirman, ‘JIka hamba-Ku ini menemui-Ku dengan dosa sejengkal tanah, maka Aku
akan menemui dengan sejengkal ampunan’.”
Tsa’labah langsung berteriak kegirangan karena
mendapat ampunan Allah, tidak lama kemudian ia meninggal. Ketika Rasulullah SAW
ke rumah Tsa’labah, Rasulullah merangkak. Para shahabat keheranan. “Mengapa
Engkau merangkak wahai Rasulullah?”
Rasulullah SAW menjawab, “Aku tidak bisa
berdiri saking banyaknya malaikat yang turun, ta’ziyah kepada Tsa’labah.”
Allahu Akbar. Ketika membaca kisah ini saya
menangis. Wallahu A”lam Bish SHawab.
sumber: islampost
%2B(FILEminimizer).jpg)
0 comments:
Post a Comment