Kebiasaan membaca buku ternyata memiliki pengaruh yang
baik untuk kesehatan. Apa saja pengaruhnya?
Masyrifberbagi.blogspot.com- Kehadiran
buku digital disebut mempermudah orang untuk membiasakan membaca. Meski tidak
dapat dipungkiri jika tidak sedikit orang yang lebih memilih membaca buku fisik
dibandingkan buku digital.
Keduanya
memang memberikan kelebihan masing-masing dengan tujuan untuk membuka jendela
pengetahuan sang pembaca. Mengutip Womenshealth, ternyata membaca buku
menyimpan kebaikan untuk kesehatan.
1.
Tidur Lebih Lelap
Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh National Sleep Foundation pada orang berusia 13 - 64 tahun, sekitar 43 persen merasa tidak pernah tidur nyenyak di malam hari. Hal tersebut tidak terlepas dari kebiasaan satu jam jelang tidur yang digunakan untuk mengakses perangkat berbasis teknologi yang memancarkan cahaya yang membuat otak tetap terjaga.
Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh National Sleep Foundation pada orang berusia 13 - 64 tahun, sekitar 43 persen merasa tidak pernah tidur nyenyak di malam hari. Hal tersebut tidak terlepas dari kebiasaan satu jam jelang tidur yang digunakan untuk mengakses perangkat berbasis teknologi yang memancarkan cahaya yang membuat otak tetap terjaga.
Berbeda dengan orang yang memiliki kebiasaan membaca yang ada saatnya
membuat otak merasa lelah hingga membutuhkan waktu istirahat. Mereka yang
memiliki kebiasaan membaca di pagi, siang atau sore hari diketahui tidur lebih
lelap dan berkualitas di malam hari.
2.
Menurunkan Stres
Penelitian yang dilakukan oleh Mindlab International di University of Sussex menemukan aktivitas membaca membuat otak bekerja lebih keras dan cepat dibandingkan aktivitas lainnya. Sekitar 68 persen peserta yang membaca hanya dalam waktu enam menit diketahui mengalami penurunan stres.
Penelitian yang dilakukan oleh Mindlab International di University of Sussex menemukan aktivitas membaca membuat otak bekerja lebih keras dan cepat dibandingkan aktivitas lainnya. Sekitar 68 persen peserta yang membaca hanya dalam waktu enam menit diketahui mengalami penurunan stres.
3.
Lebih Kreatif
Bagi anda yang dituntut untuk selalu menghasilkan karya-karya kreatif, maka membaca adalah kuncinya. Selain dilatih untuk berpikir kritis dalam menarik benang merah dari sebuah buku, otak mendapatkan stumulus untuk menghasilkan karya dan inovasi baru.
Bagi anda yang dituntut untuk selalu menghasilkan karya-karya kreatif, maka membaca adalah kuncinya. Selain dilatih untuk berpikir kritis dalam menarik benang merah dari sebuah buku, otak mendapatkan stumulus untuk menghasilkan karya dan inovasi baru.
4.
Membuat
rileks
Sedang stres?
Ambillah sebuah buku novel. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2009 di
Mindlab Internasional, University of Sussex, menunjukkan bahwa membaca adalah
cara yang paling efektif untuk mengatasi stres, bahkan mengalahkan aktivitas
seperti mendengarkan musik, menikmati secangkir teh atau kopi, dan
berjalan-jalan.
"Tidak
peduli buku apa yang anda baca, asyik membaca dapat menghilangkan kekhawatiran
dan tekanan dari luar," kata peneliti, Dr David Lewis, seperti dilansir
laman Huffington Post, Kamis (28/11).
5.
Menjaga otak
tetap tajam
Penelitian
yang diterbitkan di jurnal Neurology menunjukkan bahwa rajin membaca buku
membantu menjaga otak anda tetap tajam bahkan ketika usia anda menua.
Penelitian tersebut menemukan bahwa mereka yang terlibat dalam kegiatan
perangsang mental seperti membaca di kemudian hari dalam hidupnya mengalami
penurunan daya ingat lebih lambat dibandingkan dengan mereka yang tidak.
"Studi
kami menunjukkan bahwa melatih otak penting untuk kesehatan otak di usia tua.
Berdasarkan hal ini, kita tidak boleh meremehkan efek dari kegiatan
sehari-hari, seperti membaca dan menulis," kata penulis studi, Robert S.
Wilson, PhD, dari Rush University Medical Center, Chicago.
6.
Mencegah
penyakit Alzheimer
Menurut
penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Proceeding of National Academy of
Sciences pada tahun 2001, orang dewasa yang hobi melakukan aktivitas terkait
otak, seperti membaca atau bermain teka-teki, cenderung jarang memiliki
penyakit Alzheimer.
7.
Membuat anda
lebih berempati
Menurut
sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLoS ONE, membaca sebuah karya
fiksi dapat meningkatkan empati anda. Para peneliti di Belanda mengungkapkan
bahwa orang-orang yang secara emosional terbawa oleh karya fiksi mengalami
peningkatan dalam rasa empati dalam dirinya meski tak ia sadari.
8.
Meringankan
depresi
Sebuah studi
yang diterbitkan awal tahun ini dalam jurnal PLoS ONE juga menunjukkan bahwa
membaca buku yang dikombinasikan dengan sesi dukungan tentang bagaimana
menggunakannya, berhubungan dengan penurunan tingkat depresi setelah satu tahun
dibandingkan dengan pasien yang hanya menerima perawatan biasa.
"Kami
menemukan bahwa membaca buku memiliki dampak klinis yang signifikan dan temuan
ini sangat menggembirakan," kata penulis studi, Christopher Williams, dari
University of Glasgow
http://www.jpnn.com

0 comments:
Post a Comment