infoherbaal
🍊 Manggis ” Queen Of Fruits “ 🍃

✏️ Sekilas Tanaman Manggis
Manggis (Garcinia mangostana) diduga berasal dari Indonesia Timur dan Kepulauan Pasifik. Manggis merupakan tanaman tropis. Tumbuh subur pada daerah yang banyak terdapat sinar matahari, kelembaban tinggi dan musim kering yang pendek. Manggis disebut juga Manggusto (Sulawesi Utara), Manggis (Malaysia), Mangosteen (Inggris), Mangoustan (Perancis), Mangostan (Jerman). (4)

🔬 Kandungan Senyawa Aktif
Kandungan utama kulit buah manggis yang memiliki aktivitas farmakologi adalah senyawa turunan xanton. Telah diisolasi kurang lebih 50 senyawa turunan xanton yang diperoleh dari kulit buah manggis. (2,4)

Ekstrak kulit buah yang larut dalam petroleum eter ditemukan 2 senyawa alkaloid . Kulit kayu, kulit buah dan lateks kering Garcinia mangostana mengandung sejumlah zat warna kuning yang berasal dari dua metabolit yaitu mangostin dan ß-mangostin yang berhasil diisolasi. Mangostin merupakan komponen utama sedangkan ß-mangostin merupakan konstituen minor. Ditemukan metabolit baru yaitu 1,3,6,7-tetrahidroksi-2,8-di(3-metil-2butenil) xanton yang diberi nama a-mangostanin dari kulit buah Garcinia mangostana. (5)

🍶 Penggunaan Secara Tradisional
Bagian tanaman yang biasa digunakan adalah kulit buah. Masyarakat di negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Filipina dan Thailand menggunakan kulit buah manggis secara tradisional untuk pengobatan radang, sakit perut, diare, disentri, luka yang terinfeksi dan bernanah, serta maag kronis. (4)

Di Malaysia kulit manggis sudah populer sebagai obat. Ekstrak kulit manggis dipakai sebagai bahan baku farmasi, jus kesehatan, kosmetik, dan pewarna (2). Khusus di Indonesia sendiri, manggis (daging atau kulit buahnya) secara tradisional digunakan untuk mengobati diare, radang tenggorokan, disentri, wasir, keputihan, batuk dan sakit gigi, sembelit, sariawan, dan pegel linu. Kulit batang untuk sakit perut, dan akar untuk gangguan haid. (2,4)

💥 Efek Farmakologis
Berikut ini adalah khasiat atau efek farmakologis Kulit Manggis berdasarkan hasil penelitian :
✔️Anti oksidan
✔️Anti inflamasi (anti radang/bengkak) dan anti nyeri
✔️Anti mikroba (membunuh bakteri)
✔️Anti jerawat
✔️Anti karies gigi
✔️Sitotoksik (anti kanker) dan anti tumor
✔️Anti hiperglikemi (diabetes)
✔️Melindungi jantung dari kerusakan
✔️Anti Alzheimer
✔️Melindungi kulit dari sinar UV matahari
✔️Membantu meringankan gangguan prostat
✔️Memelihara daya tahan tubuh 

📚 Hasil Penelitian
Mangostin, hasil isolasi dari kulit buah memiliki aktivitas antiinflamasi dan antioksidan. Mangostin diakui sebagai tipe baru histamin. Ia bekerja di area sel otot lunak menghambat reseptor histamin H, mediator kontraksi otot lunak dan epiramin yang membangun tempat reseptor H1. Antioksidan berperan penting menangkal efek buruk radikal bebas terhadap tubuh. Jangka panjang berfungsi sebagai antikanker (2).

Mangostin merupakan salah satu kelompok senyawa dalam xanthones. Kulit buah mengandung xanthone 27 kali lebih banyak daripada daging buahnya. Xanthone yang ditemukan pertama kali oleh Schimid W Liebigs, ilmuwan Jerman, pada 1855 itu dikenal sebagai anti oksidan tingkat tinggi. Oleh karena itu  kandungan antioksidan dalam kulit manggis 66,7 kali wortel dan 8,3 kali jeruk. 2)

Menurut Dr. Ir. Raffi Paramawati, ahli teknologi pangan dari Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Serpong, Tangerang, Banten, kulit manggis mengandung antioksidan 17.000 – 20.000 orac per  1000 ounce. Bandingkan dengan wortel dan jeruk yang masing-masing hanya 300 orac dan 2.400 orac. Orac – oxygen absorbance capacity – adalah kemampuan antioksidan menetralkan radikal bebas penyebab penyakit degeneratif seperti jantung, stroke dan kanker. 2)

Sumber : InfosehatHIU

0 comments:

Post a Comment

 
INFOHERBAL © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top