📝 Sekilas Tanaman
Infoherbaal Temulawak adalah salah satu anggota dari deretan keluarga suku Zingiberaceae, rempah satu ini memang sudah sejak dahulu digunakan sebagai obat tradisional, Temulawak telah dibudidayakan dan banyak ditanam di pekarangan atau tegalan, juga sering ditemukan tumbuh liar di hutan dan padang alang-alang.

Tanaman ini lebih produktif pada tempat terbuka yang terkena sinar matahari dan dapat tumbuh mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi. (1)

Tanaman yang dipercaya berasal dari Indonesia ini kini telah dibudidayakan di berbagai Negara asia tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand dan Filipina. Di beberapa daerah di Indonesia temulawak dikenal juga dengan nama; koneng gede (Sunda); temulawak (Jawa); temo labak,  (Madura); tommo (Bali); tommon (Sulawesi Selatan); karbanga (Ternate).(1,2)
Temulawak merupakan tumbuhan tahunan yang hidup berumpun dan berbatang semu berupa gabungan beberapa pangkal daun yang terpadu. Tiap batang memiliki 2-9 helai daun, bunganya berukuran pendek dan lebar, warna putih atau kuning tua dan pangkal bunga berwarna ungu. (3)

🔬 Kandungan Senyawa Aktif
Rimpang temulawak sejak lama dikenal sebagai bahan ramuan obat terutama jamu godog yang terkenal dengan jamu gendong. Aroma dan warna khas dari rimpang temulawak adalah berbau tajam dan daging buahnya berwarna kekuning-kuningan. Di dalamnya terkandung protein, pati, zat warna kuning kurkuminoid, kurkumin dan minyak atsiri. Kandungan kimia minyak atsirinya antara lain feladren, kamfer, turmerol, tolimetilkarbinol, arkurkumen, zingiberen, kuzerenon, germaktan, ?-tumeron dan xanthorizol (kandungan tertingi 40%).(1,2,3)

💥 Efek Farmakologis
Saat ini dalam Industri farmasi dan Obat Tradisional, tanaman temulawak ini sudah di daftarkan sebagai sediaan fitofarmaka (kandungan kurkumin) yang mempunyai efek farmakologis antara lain sebagai :
Hepatoprotektor
✅Antiulcer (antitukak lambung)
✅Antiinflamasi
✅Antidiare
✅Antimalaria
✅Immunomodulator (meningkatkan daya tahan tubuh) (1,3)

🍶 Penggunaan Tradisional
Di Aceh rimpang temulawak digunakan dalam ramuan untuk penambah darah atau untuk mengatasi malaria. Masyarakat etnis Sakai di Bengkalis, Riau, menggunakan rimpang temulawak untuk penambah nafsu makan, sedangkan masyarakat Tatar Sunda menggunakannya untuk mengobati sakit kuning dan mengatasi gangguan perut kembung. Etnis Jawa menggunakannya sebagai obat mencret. Masyarakat Bali menggunakannya untuk mengatasi gangguan lambung perih dan kembung, sedangkan masyarakat etnis Madura sebagai obat keputihan. Komunitas penggemar jamu gendong menggunakan godogan rimpang temulawak sebagai penguat daya tahan tubuh dari serangan penyakit.

Masyarakat Jawa Tengah biasanya memberikan ramuan ini kepada anak-anak yang susah makan, sebab disinyalir ramuan temulawak dapat meningkatkan nafsu makan. Bahkan dipercaya juga sebagai jamu yang memperlambat proses penuaan, menghilangkan flek hitam di wajah serta menjaga kelenturan tubuh. Perempuan sehabis melahirkan disarankan meminumnya, begitu menurut kepercayaan masyarakat Jawa.. Temulawak memiliki kandungan minyak atsiri yang memang membangkitkan selera makan, membersihkan perut dan memperlancar ASI.(3)

Penggunaan temulawak secara tradisional dapat dipilah menjadi beberapa aktivitas menonjol, misalnya mengatasi gangguan pencernaan, mengobati sakit kuning, keputihan, malaria, meningkatkan daya tahan tubuh dan memelihara kesehatan hati.(3,4)

📚 Hasil penelitian
🚨Efek antikolestrol
Ekstrak air temulawak dapat menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia, tetapi tidak berpengaruh pada HDL kolesterol.

(Abdul Naser jurusan Farmasi FMIPA, UNPAD, 1987). Dalam penelitian lain menyebutkan Kurkuminoid temulawak dapat menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia Peningkatan kadar HDL kolesterol hanya berpengaruh pada pemberian 20 mg kurkuminoid (Pramadhia Budhidjaya Farmasi FMIPA, UNPAD, 1988).(2)

0 comments:

Post a Comment

 
INFOHERBAL © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top